Langsung ke konten utama

Tips Bagi Jomblo Menghadapi Weekend

Hai gaess ... teman nana yang statusnya masih jomblo baik jomblowan maupun jomblowati. Kalian yang sudah akut menyendiri sampai-sampai lagunya Tulus menjadi hymne of weekend yang saban menjelang malam minggu diputar di Mp3.
"suudah terlalu lama sendiri...suudah terlalu asik dengan duniaku sendiri." 
ah ... sudahlah ...


Parahnya abis salat ashar dan maghrib kamu menambah sebait doa agar malam ini hujan turun dan awet sampai pagi biar orang orang lebih milih bobok daripada jalan-jalan sama pasangan. Sungguh doa yang terpuji.

Akibat jomblo menahun yang diderita, kita (kita? kita?) jadi malas nongkrong ke warung makan dan kedai kopi sebab takut mata iritasi melihat orang bermesraan. Lalu dengan serta merta kehilangan nafsu makan.

Kalau sudah parah begitu, jangan ditunggu-tunggu. Sebab kalo tetap mengunci diri di kamarmu sambil meratapi nasib. Status gak akan berubah plus akan semakin terpinggirkan. Apalagi kalau teman-teman se genk udah pada punya jadwal masing-masing. Oh no~

ibarat Universitas, status jomblo jg butuh akreditas. Sebagai jomblo yang sudah terakreditasi A. Nana hendak membagikan beberapa tips yang sudah teruji dalam tahun-tahun kejombloan yang nana hadapi. Semoga ini bekerja juga di kamu ya ...

1. Nongkrong pas weekdays

Pasangan-pasangan mainstream baik dari kelas pelajar maupun pekerja biasanya janjalan dan nongkrong pas weekend. Oleh karena itu, mari manfaatkan senin malam sampai kamis malam. Selain minim kemungkinan macet di jalan, kita juga gak khawatir iritasi ngeliat pasangan yang sedang berboncengan atau yang sedang makan di cafe. Aman kan? Mantap!!

2. Majang foto idola

Gimana perasaanmu kalo cowok setampan Dilan eh Iqbal Ramadhan jadi pacarmu? Uh lala kan ... Nah, karena di dunia nyata tampaknya itu tyda mungkin terjadi. Tapi dalam khalayan semua boleh khan? Sebelum punya pacar beneran. Mulailah menghibur diri dengan majang poster idola didinding kamar plus jadikan wallpaper di handphone. Gimana? Udah merasa punya pacar? Alhamdulillah ... akhirnya gak sendirian.

3. Nongkrong di tempat yang syari.

Hasil survey saban malam yang aku lakukan. Masih ada tempat yang aman dan nyaman buat nongkrong bagi jomblo fii sabilillah kayak kamu. kamu. iya kamu. Eh, aku juga sih.  Contohnya, GH Corner yang terletak di Lampineung - Banda Aceh. Disini kita bisa menikmati teh tarik yang uenaaak banget, ada Canai, Nasi Briyani, Roti Balkan dan banyak lainnya. 



Kamu juga gak akan jadi orang kurang bersyukur lantaran sendirin. Auto soleh-solehah. Lha mau gimana? Didindingnya tertulis ingat makan ingat Tuhan. Subhanallah ... Lagipun pelayannya semua pakai peci yang hampir 1/2 meter tingginya. Terasa betul suasana di kota santri. Ini tempat minim pasangan pacaran. Hm...hm..hm..(auto sabyan). 

4. Nongkrong di Rumah Sakit

Apakah harus sakit untuk nongkrong di RumKit? ya gak lah Mblo. Datang aja ke RumKit, kalo gak ada yang dikunjungi kamu tinggal ke kantinya buat makan-makan. Jangan lupa bayar ke kasirnya. Gratis? Kamu kira makanan di rumah. 

from google

Manfaat silaturrahmi ke RumKit adalah mengingat bahwa jadi orang sakit itu gak enak. Jarum dan infus itu gak enak. Buburnya juga gak seenak yang ada di warung-warung. Saat itu kamu juga berpikir bahwa penting menjaga kesehatan dan menyayangi diri sendiri untuk terus sehat dan bahagia. Whehehee.

Itu aja tips dari nana untuk menghadapi hidupmu yang sepi. Moga kamu bisa melewatinya dengan sukses. Btw, met malam minggu ya mblo.

Komentar

  1. hehehe lucu syekaliiiiiii kaka 1 ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. uh lala .. dibaca oleh cowo ibukota.. makasyi ya buat pujiannya

      Hapus
  2. Alhamdulillah.. berkat tulisan kk jiwa jombloku yg meronta-ronta sudah sedikit berkurang.. maaci kk cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama adik syantik.. semoga segera ganti status😁

      Hapus
    2. Akyi syenang kalo kamuh syenang dik

      Hapus
  3. Ku suka syekali tips ini 😍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat-surat Nana

Awalnya berniat membersihkan email. Lalu menemukan surat yang usianya menjelang 3 tahun. Memulai 7 hari sudah berlalu sejak na meng antar abang ke stasiun kereta api sebelum kemudian bertolak kembali ke Yogyakarta. Kota impian nya pelajar yang lulus SMA untuk melanjutkan sekolah . Kota yang sayu mendayu kalau gak mau disebut romantis. Sepulang ke Lhokseumawe banyak hal berlarian ingin segera didahulukan. Persiapan Monev, Data yang harus ditambah, jualan kopi dan exit strategy biar tetap survive setelah kontrak kerja berakhir nanti. Lalu na ingat janji na untuk menulis surat setiap minggu buat abang. Surat ini bagian dari belajar menulis bahasa inggris dan memperkaya vocabulary. Inilah surat pertama di hari minggu. Biar kelihatan berbobot dan keren kedepan mungkin isinya adalah resensi buku The Other 8 hours ya bang . Ha..ha..ha.. Sebelum itu semua antri satu per satu untuk dikerjakan. Sebuah telepon masuk, undangan makan dari teman sekolah dulu dan itu terlalu man

Jangan Ada Anjing diantara Kita (Refleksi film Replika Cinta di Pulau Rubiah)

Setelah 13 menit usai menonton film tersebut. Saya terdiam, campuran perasaan meluap-luap didada. Barangkali ini menjadi sangat personal, bagi saya tak mudah memutuskan menikah. Sebab, itu adalah muara dari penerimaan-penerimaan terhadap perbedaan baik sikap, pikir maupun kebiasaan dan kompromi-kompromi atasnya. Bertanyalah saya, bagaimanakah cinta yang memaksa? Meminta tanpa mau memberi. Pada nilai-nilai kebenaran universal barang tentu kita tak dapat berkompromi. Bagaimana jika itu adalah kecintaan terhadap makhluk hidup meski ia hanyalah seekor anjing. Semurah itu harga sebuah hubungan? Harga upaya, usaha dan pengorbanan adek yang datang ke Sabang demi prawedding jadi tak berharga.  Hanya karena seekor anjing. Sebagai sesama orang yang kurang suka pada anjing (kebetulan saya trauma karena pernah dikejar anjing). Menempatkan diri pada posisi abang, mungkin saya akan bilang “sama’ dirimu sebelum kau sentuh aku.” Memang rasanya menjadi kocak Dalam satu adegan di

Yang Harus Dilupakan

Tiap kali saya rindu, ingat dan ingin kamu, Saya akan ingat hari itu. Tak pernah saya sesedih hari itu. Melihat kamu yang sayu, tapi kadang memaksakan diri berbicara atau menarik sudut bibirmu saat ada yang menyapa dan berbicara. Hampir-hampir saya tidak dapat menahan diri untuk tak menyentuh kamu. Saya ingin memegang pundakmu, menguatkan dalam lemah. Tapi, saya tidak bisa lakukan itu.  Dari pintu ruangan, matamu berkaca-kaca. Ah, siapa pula yang tak sedih ditinggal oleh Ibu, tiba-tiba pula. Saya rasanya mau berlari memeluk kamu. Tapi yang paling logis dan masuk akal untuk dilakukan adalah diam dan hanya menatap saja. Saya bisa apa?  Disana saya melihatnya. Calon istrimu. Saya diam, dan tahu dimana posisi saya buatmu. Bukan siapa-siapa! hanya selingkuhan saja. Oh, bukan! levelnya lebih rendah dari itu. Perempuan yang kamu pakai saat ingin, tidak lebih! Seperti yang kamu katakan "barang gratisan!" Tetapi andai kamu bijaksana. Sebagaimana yang sempat kamu katakan pada saya dulu