Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Kali ini, biarlah saya akhiri!

Sebenarnya saat itu saya agak terluka ketika kamu sempat mengutarakan apakah ada jejak lelaki lain pada diri saya? Saya memang hanya berkata "abang gila ya?" Tapi hati saya luka. Mengapa seolah saya sangat rendahan dihadapanmu. Bukannya kamu tahu betul cuma kamu satu-satunya laki-laki yang mampu membuka hati saya. Sialnya kamu membukanya tanpa harus membuka hatimu terlebih dahulu.  Oh iya, tentu saja saya mengakui dalam hubungan kita saya lah yang bersalah. Saya yang memulainya, lalu dengan sadar biarkan rasa menjejak jiwa dan pikiran. Padahal sejak awal saya telah bersumpah tidak akan menerima kapal-kapal yang singgah. Tetapi dalam kasus kita, saya tidak menduga. Saat menulis ini saya sedang kembali ke masa lalu. Di awal saat saya malu-malu menganggukkan kepala ketika kamu bilang "boleh aku cium?"  Saya tersekat belum pernah ada satu laki-laki pun yang meminta-minta. Dengan begitu manisnya, sebuah kecupan di pipi dari laki-laki itu begitu saya cinta. Afternya meman